Basuh sekujur renta pada karat jiwa sementara air
wudhu itu menetes satu persatu basahi angkara pada wajah kita
Tangan,kaki dan kepala kita mengucur darah pengharapan pada jenak memandang pintu surau nan keagungan
"pintu ini masih tetap kokoh, sementara kita jarang menjenguknya"
Basuh muka kita bersama tetes airmata jiwa yang
kembara menatap ubin surau ini nan kedinginan
Lalu kita berkata,"Allah, apakah layak kami membentang
sajadah pada kaki yang hilang tapak entah kemana?"
Lalu jiwa kita menangis,"Allah, masih adakah waktu sebelum wudhu kami ini hilang tersaput angin?"
Basuh asa kita akan kesucian cinta ilahiyah
Allah suntingkan melati pada jiwa, lindungi batu dalam jiwa,
bakarkan api hangatkan jiwa, siramkan air sejukkan jiwa
Basuh semangat kita bak roda yang ditarik kuda terhela
Allah, satukan jiwa kami pada napas asma-Mu mulia,
bawa langkah kami pada derap-Mu membahana, ucap kata
kami pada seru-Mu tak berhingga, hadap wajah kami
pada masjid-Mu nan perkasa.
Lalu kita ambil sajadah itu dengan berlinang airmata
Getar tangan menahan buncah pengharapan tak tertahan kuasa
Bentang beludunya pada kiblat keagungan nan berkilat cahaya
Bentang rumbainya pada ampunan dan sejuknya berkah
Bentang lukisannya pada jihad suci jiwa kita di hadapan-Nya
Kita kemudian bersimpuh dalam luluh dan jatuh dalam tersedu
Kita kemudian tengadah dalam karat akan berjuta asa yang berbatu
Kita akhirnya berbisik lirih,"Allah,kami bentang
sajadah ini dalam tak berujungnya rindu"
"... Ke manapun engkau menghadap, di situlah Wajah Allah... " (QS 2:115)
Pandangan Allah Ta'ala Azza wa Jalla kepada segenap hamba-hamba-Nya, tiada akan pernah terhenti walau hanya untuk sesaat jua... Ke manapun kita mengarahkan pandangan, ke manapun kita menolehkan muka, maka saat itu jualah kita berhadapan dengan Wajah-Nya... Dia senantiasa melihat kita... memperhatikan diri kita... menyaksikan segala gerak-gerik kita... baik yang terlahir maupun yang tersembunyi... baik yang ternampak maupun yang tersimpan dalam hati...
Tiada satupun hal yang lolos atau terlewatkan dari Pandangan-Nya... tiada sedikitpun hal yang mampu bersembunyi dari Penilaian-Nya... karena memang Pandangan-Nya meliputi segala sesuatu... karena Pengetahuan-Nya menguasai segenap ciptaan-Nya. Sehingga, tiada akan bisa kita setitikpun jua mencoba lari bersembunyi dari Penglihatan-Nya... Sebab segala apapun yang kita lakukan, baik itu masih berupa niat... desiran hati... desiran pikiran... bahkan sampai ia terlahirkan / ternyatakan dalam perbuatan... semua ada dalam Pandangan dan Penilaian-Nya... semua ada dalam Penglihatan dan Pengetahuan-Nya... seperti yang Dia Ta'ala katakan di QS 50:16.
Semua ini... segalanya yang ada dalam diri kita ini... semua yang pernah dan sedang kita lakukan ini... akan senantiasa berada dalam Perhatian-Nya... Dia Ta'ala sungguh menguasai jagat raya alam semesta dengan segenap isinya... dan melihat dengan sangat jelas setiap yang terjadi di jagat ini, dari mulai hal yang terbesar hingga hal / benda yang terkecil sekalipun... yang tiada pernah sanggup terlihat oleh mata manusia... sungguh semuanya amatlah jelas bagi-Nya..
Namun mengapa kita sangat sering tidak merasakan malu kepada-Nya ?... Betapa sering kita khilaf dan lalai berhati-hati dalam menjaga niat yang tumbuh dalam hati kita... bahkan desiran pikiran kita... hingga kepada hal perbuatan yang kita lahirkan dalam setiap kata - ucapan - pikiran - perilaku... baik kepada diri sendiri, dan Terutama kepada sesama... Sementara sesungguhnya tiada satupun hal yang ada dalam diri kita yang bisa luput dari Perhatian dan Penilaian-Nya... Bahkan betapa seringnya kita sibuk menilai dan menyorot kekurangan dan kesalahan orang lain... menghisab perbuatan sesama... tanpa mau menyadari kekhilafan dan kelalaian yang justru saat itu juga tengah kita lakukan...
Hingga nasihat Rasulullah Saw pun sering kita lupakan : " Hisablah dirimu sendiri... sebelum datang hari Penghisaban itu, dan janganlah engkau terlena dalam penghisabanmu kepada sesama.. " Atau Perintah Allah Ta'ala dalam QS 49:11-12 yang SANGAT JELAS melarang kita untuk menghina - mengolok-olok orang lain... ataupun berprasangka dan mencari-cari kesalahan sesama... dan juga melarang kita menggunjingkan sesama... membicarakan kekurangan atau keburukan sesama...
Tidakkah kita mau mencoba untuk menyadarinya ?... Menyadari sedikit saja segala apapun yang pernah dan sedang ada dalam hati kita... pikiran kita... perbuatan kita... ?
"... Barangsiapa yang Tidak Bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang ZALIM... " (QS 49:11) "... Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat.. lagi Maha Penyayang... " (QS 49:12)
Sesungguhnya Dia Ta'ala itu amatlah DEKAT... Maha Dekat... Lebih Dekat daripada urat nadi di leher kita sendiri... seperti Dia Ta'ala katakan di QS 50:16.
Karena itu, marilah kita datang kepada-Nya... dengan Hati yang Tunduk dan Pasrah selalu di Hadapan-Nya... dengan Hati yang penuh Harap dan Kerinduan terhadap-Nya...
Sungguh Dia Ta'ala itu Maha Mengampuni segala dosa... Maha Menerima segala taubat... Maha Mengabulkan segala Doa yang Baik... Maha Mendengar segala rintihan dan pinta kita... Maha Cinta kepada semua hamba...
Dia-lah yang Maha Segala-galanya...
Dan sesungguhnya Rahmat-Nya itu Sangatlah DEKAT kepada orang-orang yang BERBUAT BAIK. (QS 7:56)
wudhu itu menetes satu persatu basahi angkara pada wajah kita
Tangan,kaki dan kepala kita mengucur darah pengharapan pada jenak memandang pintu surau nan keagungan
"pintu ini masih tetap kokoh, sementara kita jarang menjenguknya"
Basuh muka kita bersama tetes airmata jiwa yang
kembara menatap ubin surau ini nan kedinginan
Lalu kita berkata,"Allah, apakah layak kami membentang
sajadah pada kaki yang hilang tapak entah kemana?"
Lalu jiwa kita menangis,"Allah, masih adakah waktu sebelum wudhu kami ini hilang tersaput angin?"
Basuh asa kita akan kesucian cinta ilahiyah
Allah suntingkan melati pada jiwa, lindungi batu dalam jiwa,
bakarkan api hangatkan jiwa, siramkan air sejukkan jiwa
Basuh semangat kita bak roda yang ditarik kuda terhela
Allah, satukan jiwa kami pada napas asma-Mu mulia,
bawa langkah kami pada derap-Mu membahana, ucap kata
kami pada seru-Mu tak berhingga, hadap wajah kami
pada masjid-Mu nan perkasa.
Lalu kita ambil sajadah itu dengan berlinang airmata
Getar tangan menahan buncah pengharapan tak tertahan kuasa
Bentang beludunya pada kiblat keagungan nan berkilat cahaya
Bentang rumbainya pada ampunan dan sejuknya berkah
Bentang lukisannya pada jihad suci jiwa kita di hadapan-Nya
Kita kemudian bersimpuh dalam luluh dan jatuh dalam tersedu
Kita kemudian tengadah dalam karat akan berjuta asa yang berbatu
Kita akhirnya berbisik lirih,"Allah,kami bentang
sajadah ini dalam tak berujungnya rindu"
"... Ke manapun engkau menghadap, di situlah Wajah Allah... " (QS 2:115)
Pandangan Allah Ta'ala Azza wa Jalla kepada segenap hamba-hamba-Nya, tiada akan pernah terhenti walau hanya untuk sesaat jua... Ke manapun kita mengarahkan pandangan, ke manapun kita menolehkan muka, maka saat itu jualah kita berhadapan dengan Wajah-Nya... Dia senantiasa melihat kita... memperhatikan diri kita... menyaksikan segala gerak-gerik kita... baik yang terlahir maupun yang tersembunyi... baik yang ternampak maupun yang tersimpan dalam hati...
Tiada satupun hal yang lolos atau terlewatkan dari Pandangan-Nya... tiada sedikitpun hal yang mampu bersembunyi dari Penilaian-Nya... karena memang Pandangan-Nya meliputi segala sesuatu... karena Pengetahuan-Nya menguasai segenap ciptaan-Nya. Sehingga, tiada akan bisa kita setitikpun jua mencoba lari bersembunyi dari Penglihatan-Nya... Sebab segala apapun yang kita lakukan, baik itu masih berupa niat... desiran hati... desiran pikiran... bahkan sampai ia terlahirkan / ternyatakan dalam perbuatan... semua ada dalam Pandangan dan Penilaian-Nya... semua ada dalam Penglihatan dan Pengetahuan-Nya... seperti yang Dia Ta'ala katakan di QS 50:16.
Semua ini... segalanya yang ada dalam diri kita ini... semua yang pernah dan sedang kita lakukan ini... akan senantiasa berada dalam Perhatian-Nya... Dia Ta'ala sungguh menguasai jagat raya alam semesta dengan segenap isinya... dan melihat dengan sangat jelas setiap yang terjadi di jagat ini, dari mulai hal yang terbesar hingga hal / benda yang terkecil sekalipun... yang tiada pernah sanggup terlihat oleh mata manusia... sungguh semuanya amatlah jelas bagi-Nya..
Namun mengapa kita sangat sering tidak merasakan malu kepada-Nya ?... Betapa sering kita khilaf dan lalai berhati-hati dalam menjaga niat yang tumbuh dalam hati kita... bahkan desiran pikiran kita... hingga kepada hal perbuatan yang kita lahirkan dalam setiap kata - ucapan - pikiran - perilaku... baik kepada diri sendiri, dan Terutama kepada sesama... Sementara sesungguhnya tiada satupun hal yang ada dalam diri kita yang bisa luput dari Perhatian dan Penilaian-Nya... Bahkan betapa seringnya kita sibuk menilai dan menyorot kekurangan dan kesalahan orang lain... menghisab perbuatan sesama... tanpa mau menyadari kekhilafan dan kelalaian yang justru saat itu juga tengah kita lakukan...
Hingga nasihat Rasulullah Saw pun sering kita lupakan : " Hisablah dirimu sendiri... sebelum datang hari Penghisaban itu, dan janganlah engkau terlena dalam penghisabanmu kepada sesama.. " Atau Perintah Allah Ta'ala dalam QS 49:11-12 yang SANGAT JELAS melarang kita untuk menghina - mengolok-olok orang lain... ataupun berprasangka dan mencari-cari kesalahan sesama... dan juga melarang kita menggunjingkan sesama... membicarakan kekurangan atau keburukan sesama...
Tidakkah kita mau mencoba untuk menyadarinya ?... Menyadari sedikit saja segala apapun yang pernah dan sedang ada dalam hati kita... pikiran kita... perbuatan kita... ?
"... Barangsiapa yang Tidak Bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang ZALIM... " (QS 49:11) "... Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat.. lagi Maha Penyayang... " (QS 49:12)
Sesungguhnya Dia Ta'ala itu amatlah DEKAT... Maha Dekat... Lebih Dekat daripada urat nadi di leher kita sendiri... seperti Dia Ta'ala katakan di QS 50:16.
Karena itu, marilah kita datang kepada-Nya... dengan Hati yang Tunduk dan Pasrah selalu di Hadapan-Nya... dengan Hati yang penuh Harap dan Kerinduan terhadap-Nya...
Sungguh Dia Ta'ala itu Maha Mengampuni segala dosa... Maha Menerima segala taubat... Maha Mengabulkan segala Doa yang Baik... Maha Mendengar segala rintihan dan pinta kita... Maha Cinta kepada semua hamba...
Dia-lah yang Maha Segala-galanya...
Dan sesungguhnya Rahmat-Nya itu Sangatlah DEKAT kepada orang-orang yang BERBUAT BAIK. (QS 7:56)